CABOR ANGKAT BESI, YANG MENGANGKAT WAJAH NEGERI

  • Whatsapp

Catatan Olahraga : Emon Kex Mudami

Read More

TERKESAN sepi dari perhatian dan prioritas banding cabang favorit lainnya, namun melihat track record cabor angkat besi terutamanyac di ivent Olimpiade maka saatnya porsi apresiasi diperbesar untuk cabang ini.


Bukti teranyar di pentas Olimpiade Tokyo saat ini, ketika cabang lain berguguran termasuk yang diharapkan mendulang medali Cabor Bulutangkis, cabor angkat besi justru selalu tampil sebagai penyelamat kontestan RI.


Memang sesuai data keikutsertaan cabor angkat besi, Indonesia belum menuai medali emas di pentas Olimpiade. Sejarah Indonesia di ajang Olimpiade hanya mampu memanen medali emas lewat cabor bulu tangkis. Meski demikian, cabor angkat besi punya tradisi untuk meraih medali di ajang multievent empat tahunan tersebut.


Angkat besi kali pertama meraih medali di Olimpiade Sydney 2000, setelahnya cabang ini rutin menyumbang medali untuk Merah Putih. Di Olimpiade Sydney atlet kita memanen medali, melalui Raema Lisa Rumbewas (perak), Sri Indriyani (perunggu), dan Winarni Binti Slamet (perunggu).


Empat tahun kemudian, angkat besi tetap mampu membawa satu medali perak melalui Raema Lisa Rumbewas. Di Olimpiade Beijing 2008, cabor angkat besi berhasil mengoleksi tiga medali, lewat Eko Yuli Irawan (perunggu), Triyatno (perunggu), dan Raema Lisa Rumbewas (perunggu).


Angkat besi kembali berhasil mengangkat wajah negeri saat pelaksanaan Olimpiade London 2012. Di sini tiga medali direbut Triyatno (perak), Citra Febrianti (perak), dan Eko Yuli Irawan (perunggu). Empat tahun kemudian, Eko Yuli Irawan masih mampu memberikan asa dengan membawa pulang medali perak pada Olimpiade Rio 2016.


Di pentas Olimpiade kali ini, cabor angkat besi kembali mengerek sang merah putih, tiga medali mengatrol peringkat negara kita, satu medali perak dipersembahkan oleh lifter senior Eko Yuli Irawan di kelas 61 kg putra, -ini merupakan medali keempat Eko sepanjang keikutsertaannya di empat olimpiade berbeda-.

Dua medali perunggu dipersembahkan oleh Windy Cantika Aisah di kelas 49 kg putri dan Rahmat Erwin Abdullah di kelas 73 kg putra.
Hasil yang telah menjadi tradisi ini saatnya diganjar porsi perhatian lebih dari pemerintah dan komite olahraga Indonesia. Cabang ini nyata mengangkat wajah Indonesia di dunia Internasional.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *