Buah Kerja Malendong, Stafsus Ajukan Bukti Kerja di HUT Kota Bitung

  • Whatsapp
Staf Khusus menyerahkan dokumen hasil kerja sebagai policy brief kepada Walikota Maurits Mantiri.
SEMANGAT : Staf Khusus menyerahkan dokumen hasil kerja sebagai policy brief kepada Walikota Maurits Mantiri.

BITUNG, JDINews.com – Sempat menerima sejumlah pandangan bias, secara meyakinkan Staf Khusus Wali Kota dan Wakil Walikota Bitung menunjukkan kinerja yang Spartan, kompak dan produktif.

Salah satu produk faktual kinerja mereka disampaikan kepada Walikota Ir Maurits Mantiri MM di kediaman rumah dinas, Jumat (08/10) sore. 

Read More

Bukan kebetulan jika tim yang dipimpin Koordinator Stafsus Drs Petrus Tuange sore itu, menyatakan produk kerja yang diinisiasi mereka sekaligus sebagai kado di perayaan HUT Kota Bitung 10 Oktober ini.

Kado yang dimaksud berupa dokumen kerja berkait inisiasi dan prakarsa Stafsus berupa ; perolehan dana kurang bayar dan lebih bayar, sebagai bentuk kompensasi dana bagi hasil tahun 2021, yang dituangkan dalam Permen Keuangan RI Nomor 129/PMK.07/2021, yang diperuntukkan bagi kas Pemkot Bitung sebesar Rp. 66.97.207.509 dari dua perusahaan tambang besar yang beroperasi di wilayah pemerintahan Kota Bitung yakni PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).

Kedua, diperolehnya kembali Hak Pengelolaan atas dua sektor pendapatan kas daerah yang selama ini dikelola PT Pelindo masing-masing, sumber “Mata Air Prang” di Makawidey dan pengelolaan atas operasional jembatan timbang Bongkar Muat barang di pelabuhan. Khusus untuk dua item terakhir ini, masih menyisahkan finalisasi MoU menuju Perjanjian Kerja Sama.

“Ini semua murni berkat upaya dan kerja-kerja kami Stafsus Walikota dan Wakil Walikota Bitung selama ini, didalamnya surat menyurat, diskusi berkelanjutan dengan par pihak berkompeten di dalamnya kalangan DPRD Kota Bitung yang terus memberikan support kepada kami,” kata Petrus Tuange, Koordinator Staf Khusus Kota Bitung, saat menyerahkan materi rangkuman capaian kerja Staf Khusus Kota Bitung kepada Walikota Bitung.

Walikota Bitung Maurits Mantiri, menyambut sukacita atas capaian kerja Stafsus Bitung tersebut. Tak lupa Mantiri mengucapkan rasa terima kasihnya.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, selaku pribadi dan bersama Wakil Walikota Hengky Honandar, mau mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk kerja-kerja saudara-saudara di jajaran Staf Khusus selama ini. Salut buat teman-teman Staf Khusus karena mampu mengimplemantasikan kerja keroyokan selama ini, inilah holokrasi dalam arti sesungguhnya,” sebut Mantiri.

Ia berharap, kiranya konsep kerja seperti itu akan menjadi role model di setiap strata pemerintahan.

“Nah, sistem kerja dan cara mengolah isu-isu strategis hingga berujung hasil yang tereksekusi di kalangan pemerintahan belakangan ini, mulai trend dengan apa yang disebut dengan istilah Policy Brief. Itu adalah model-model kerja kalangan Staf Khusus lingkup Presiden RI,” terang Mantiri.

staf khusus besama maurits mantiri

Tuange, mantan Bupati Kabupaten Talaud ikut merespon, bahwa ke depan memang masih ada sederet PR yang harus dituntaskan kalangan Staf Khusus.

Perhatian serius kami yakni soal terbukanya peluang Pemkot Bitung untuk bisa mendapatkan income bagi tambahan PAD, baik dari CSR (Corporate Social Responsibility) maupun dari luar perolehan rutin dana bagi hasil, dengan menjalin kerjasama di beberapa sektor kegiatan kerja dari kedua perusahaan tambang yang beroperasi di atas lahan wilayah hukum Pemkot Bitung seluas 217 hektar itu.

Peluang-peluang di atas masih akan Stafsus Bitung godok secara berkelanjutan (komprehensif) bersama pihak instansi teknis dan pihak-pihak berkompeten lainnya.

Atas materi hasil capaian kerja Staf Khusus itu, Mantiri sempat memberi catatan atas ‘kado’ yang diterimanya saat itu. Bahwasanya dia sependapat dengan kalangan Stafsus Kota Bitung soal masih adanya tahapan-tahapan penting yang harus diperhatikan (finishing touch) secara serius.

“Itu terkait kepastian finishing kerja yang patut diperhatikan adalah soal kesiapan legal base line-nya. Ini penting agar semua kita bisa ada dalam pemahaman yang sama dalam mengesksekusi setiap tahapannya,” pungkas Mantiri dihadapan jajaran Staf Khusus Walikota dan Wakil Walikota Bitung.

Selain yang sudah dikerjakan masih ada sejumlah program kerja yang masih on progress dikerjakan oleh Staf Khusus, dan tiap tiga bulan finalisasi kinerja itu dipresentasikan.

‘’Jadi semua harus sudah terbaca terang, sehingga Pak Wali tinggal menentukan step lanjutan, sekali lagi ini juga bentuk pertanggungan jawab kami secara moril kepada warga kota Bitung, bahwa Staf khusus ini benar-benar bekerja dengan sepenuh hati, teliti dan tuntas’’ papar Tuange.(erkaem).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *