Axsel Galatang : Saya Harus Mengemukakan Beberapa Hal

  • Whatsapp
Leonardo Axsel Galatang
Leonardo Axsel Galatang

BITUNG, JDINews.com – Setelah sempat diwawancarai dengan pernyataan yang terbatas, redaksi menerima catatan dari Leonardo Axsel Galatang berkait pemilihan Putra Putri Bitung yang baru berlalu.

Catatan itu dengan pertimbangan pemenuhan etika jurnalistik, di dalamnya sekaligus mengejewantahkan fungsi edukasi media bagi public, maka kami turunkan secara utuh sebagaimana narasi yang diterima JDINews.com.

Read More

Berikut lengkap catatan yang ia sebut bukan pembelaan tetapi sebuah penjelasan belaka. (emon kex mudami)

‘Selamat siang
Selamat Hut Kota Bitung

Mohon maaf sebelumnya, sebenarnya saya tidak ingin menanggapi apa yang viral terkait protes masyarakat terhadap hasil Pemilihan Putra Putri Bitung 2021. Namun, sebagai salah satu anggota tim juri saya harus mengemukakan beberapa hal (bukan pembelaan) tetap sekadar penjelasan apa saya ketahui.

  1. Dalam persyaratan keikutsertaan pemilihan Putra Putri Bitung tidak sama sekali menyebut Calon Peserta WAJIB Ber-KTP Bitung, di sana tertulis Calon Peserta Pemilihan Putra Putri Bitung adalah Warga Negara Indonesia berusia 18 – 24 Tahun. Pendidikan terakhir minimal (lulus) SMA dst.
  2. Persyaratan tersebut juga berlaku di uven2 serupa seperti Pemilihan Nyong Nona Manado, Waraney Wulan Minahasa, Putra Putri Minahasa Tenggara, Toar Lumimuut Minahasa Selatan dll.
  3. Karena persyaratan tidak mencantumkan Wajib Ber-KTP daerah/Kota yang bersangkutan, maka anak2 yg Ber-KTP Bitung pun sering bisa ikut di ajang serupa di daerah lain.

Saya bisa menyebut contoh kongkrit “anak Bitung” yang pernah ikut di daerah lain;

  • Fanita Posumah (mantan Ketos SMK Negeri 1 Bitung, Pembawa baki bendera Merah Putih Paskibraka Kota Bitung 2013, dan anggota presidium Sanggar Tangkasi) terpilih sebagai Putri Minahasa Tenggara 2016. Waktu itu Fanita masih tinggal bersama orang tuanya di kelurahan Girian Indah (memegang KTP Bitung), rumah saling membelakangi dengan rumah kediaman pak Moktar Parapaga.
  • Yappy Malonda (Paskibraka Kota Bitung, juga pernah aktif di sanggar dan Gerakan Pramuka di lingkungan Kwarcab Bitung) pernah terpilih menjadi Wakil I Toar Minahasa Selatan, dan masih banyak lagi anak2 Bitung yang meraih gelar duta wisata serupa di daerah lain.

SARAN:

Kepada Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Pariwisata, kedepan tolong buat aturan resmi (lewat Perda atau Perwako kalau memang Iven Pemilihan Putra Putri Bitung hanya Wajib diikuti anak2 Ber-KTP Bitung).

Dengan demikian “orang luar” tidak ada ruang lagi untuk berkompetisi di ajang Putra Putri Bitung.

Satu hal yang harus dicatat, peserta adalah utusan tiap instansi (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bitung, mestinya “saringan” Pertama soal latar belakang peserta ada di instansi yang mengutus, karena juri hanya menilai peserta yang sudah mendaftar atas nama instansi.

Sekali lagi catatan ini bukan pembelaan atas kehebohan pasca penobatan Putra Putri Bitung 2021.

Selanjutnya terkait penjurian, kami sudah bekerja secara profesional sesuai kriteria yang ditetapkan. Tentu secara detail tidak bisa saya beberkan di sini, karena menyangkut etika penjurian (“kerahasiaan”).

Terima kasih.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *